KAU SELALU MENJADI MILIKKU

1

 

KAU SELALU MENJADI MILIKKU

Wangi2, 17 Juni 2017

 

Masih ingatkah kamu

Ketika perpisahan di pelabuhan itu

Yang memenjara hatiku dalam waktu yang lama

Bertanya-tanya pada bayangmu yang menjelma

 

Masih ingatkah kamu

Dengan cincin yang ku pakai

Belum pernah terlepas sejak awal kau memasangnya

Lalu bertanya, dengan hatikah kau memasangnya

 

Di hatiku

Kau selalu menjadi milikku

Kau selalu menjadi yang terindah

Ketika ku merindukanmu

Aku selalu bermain dan menangkap wajahmu dihatiku

Meski aku kadang bertanya-tanya

Apakah kita masih atau kita tidak

Apa yang harus ku lakukan sayangku

 

Aku malu dengan sepasang pejalan kaki

Bergandeng mesra dan menatapku iba

Bercumbu dengan bayangmu

Yang tak tau dimana nyatanya

 

Aku selalu disini

Menantimu kembali dengan satu harapan

Harapan kau selalu menjadi milikku

Entah kau menganggap aku apa

 

By: Johan

Iklan

JAWABNYA BUKAN KAMU

IMG_7875

 

JAWABNYA BUKAN KAMU

Wangi2, 7 Agustus 2017

 

Harus ku akui segalanya tentangmu

Tentangmu yang masih terasa nyata di hatiku

Masih terasa nyata damaimu

Masih terasa nyata nyamanmu

Dan masih terasa nyata pergimu

 

Merangkul kegagalan yang teramat dalam

Dari ketiadaan waktu yang kian kelam

Tentangmu yang mengisi waktu di masa silam

Tapi tentangmu pula tersimpan di hati terdalam

Terasa sangat sulit untuk ku melupakanmu

Karena doaku tak henti memohon kau menjadi milikku

 

Terlalu bening khusyunya doaku

Ketika jawabannya hadir tak mampu ku lihat

Bukan yang ku inginkan yang terjabah

Tapi yang ku butuhkan yang menjabah

Yaitu sosokmu yang penuh cinta dengan sejuta senyum

Bukan sepertimu yang memberikan sejuta harapan rindu di ujung ke hampaan

 

Dia harus ku akui sangat mempesona

Mungkin kembaranmu di sosok fisiknya

Namun hatinya jauh dari kata-kata kepalsuan dalam berkata

Dari semua kisah yang pernah ku jaga

Dan akan ku kunyah mentah-mentah cintanya

Sisanya biar doa dan usahaku yang menjaganya

Dalam balutan cinta suci yang terjaga

 

By: Johan

CINTA TULUS

waiting

 

CINTA TULUS

Wangi2, 11 Desember 2016

 

Kadang aku terlihat sangat bodoh bila didepanmu

Ingin menggenggam jemarimu namun ku tak mampu

Hanya memohon pada bintang kecil yang tak berdaya

Mencintaimu dengan kekaguman semata

 

Mungkin kau bisa membaca raut wajah kecintaanku

Mungkin juga kau tertawa dibelakangku

Tentangku disisimu hanyalah sebatas bahan tertawaan saja

Cintaku yang hanya sekadar cinta semata

 

Mungkinkah kau akan mengerti sajakku

Tentang cintaku tulus tak berujung

Meski perbedaan bagai bumi dan langit

Dan aku bumi tempat berpijak

Sedang kau begitu tinggih dan dikagumi

 

Setidaknya ada hal terindah disini

Tentang cinta yang menjadi damba tiap insan

Cinta yang tak berpihak pada satu kata materi

Meski intan dan berlian yang berkilauan

 

By: Johan

Selamat Pagi Sahabat Yang Ku Sayangi

Asalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuu

Maafkan aku jika menyapamu dengan kata sayang dipagi buta yang agak mendung. Malam tadi aku bermimpi tentang dengan senyum yang begitu menawan, setiap lelaki pasti merasa hatinya menjadi tertawan jika kau sunggingkan sepotong senyum itu. Didalam mimpi itu kau tertawa lepas dengan seorang lelaki yang ku yakini itu adalah kekasihmu didalam mimpiku. Di mimpi itu kau adalah wanita terindah. Harus ku akui aku sangat bahagia bersama mimpi itu, tapi ada setitik rasa yang mengganjal dan sangat mengganggu hatiku.

 

Aku malu mengakui perasaan yang ku dapat dari sisa mimpi itu. Ku tahu kita hanyalah sahabat. Tapi harus ku akui, aku sangat cemburu, aku terluka dan tersiksa oleh mimpi yang hanya sekadar mimpi. Lalu ketika ku terbangun dari mimpi itu, rasa kehilangan akan dirimu menghantui tiap gerakku. Mungkin ku mulai mencintaimu, menyayangi dan selalu merinduimu. Apakah perasaan ini terlarang?

Apakah semua rasa yang ku miliki, tidakalah pantas untukmu meski selama ini kita hanyalah sahabat? Jika iya, biarkanlah ku mulai menjauhimu. Sebab ku tahu rasanya tersiksa oleh rasa sayang dari cinta yang tak terbalas.

 

Biarkanlah aku meminta maafmu bila perasaan ini mulai mengakar dihatiku. Maaf jika ku cemburu pada lelakimu, maaf bila ku mencintaimu, maaf bila ku menyayangimu dan maaf karena perasaan ini sahabatku. Aku tidak mengharap surat ini terbalas. Sebab ku tahu kau akan sangat marah padaku.

 

Wasalam..

BUATMU YANG SELALU KU NANTI

Seberapa-Pantas-Kita-Menunggu-e1473704283244

 

BUATMU YANG SELALU KU NANTI

Hari ketika tak sengaja ku bertemu denganmu di tempat tukang servis jam tangan dekat rumahmu. Penjaganya seorang lelaki kaya, lalu memperkenalkan kamu padaku, “Ini tunangan aku”. Dengan nafas tersendak, dengan nada gerogi mengucap kata selamat atas pertunanganmu.

Entah aku harus bahagia atau sedih, semua telah terjadi. Dahulu ketika masih bersama, hampir tiada waktu tanpa berdua. Telah banyak tangis, telah banyak suka yang pernah kita ukir bersama. Hingga terpisah ketika kau memdapatkan beasiswa kuliah di kota dan kampus yang super lengkap. Empat tahun silam, didermaga kata komitmen, fokus pada pekerjaan hingga sukses dan bisa bersama. Kata –katamu yang begitu meyakinkanku hingga ku tulis ulang didalam hati dan tembok kamarku. Agar aku tahu bahwa aku telah memiliki satu harapan, satu masa depan yang cerah bersamamu. Dan janjiku mencari pekerjaan yang layak untuk bisa membahagiakan kamu, kini telah kumiliki.

Ketika kapal membawamu ke seberang pulau yang aku pun tak bisa melihatnya dari dermaga, saat itu pula aku bergelut dengan kebiasaanmu, menyukai kesukaanmu, merawat kesayanganmu seperti kucing yang selalu kau rawat hingga kadang aku cemburu ketika kau acuhkan aku karena seekor kucing. Semua itu ku lakukan. Hingga kucingpun ku berikan namamu. Agar ketika aku benar-benar rindu, ada sesuatu yang bisa ku ajak bicara seperti dahulu.

Namun hari ketika masih dalam penantian, di salah satu toko tempat servis jam tangan, tunanganmu memperkenalkan kamu padaku. Perasaanku entah ikhlas atau tidak, jam tangan dan kucing peliharaanku dengan namamu sebagai hadiah pertunanganmu dariku karena lebih pantas bersamamu. Aku melangkah keluar toko dengan rasa sedih yang teramat sangat. Di luar toko kau mengejarku sambil menteskan air mata. Sungguh aku sangat kecewa dan rasanya begitu sakit. Satu hal yang perlu kamu tahu, mungkin aku orang biasa-biasa saja tapi yang perlu kamu ingat, banyak hal yang tak perlu kata-kata untuk membuktikan cinta itu.. Pergilah ke toko itu, dan biarkan ku lambaikan tanganku seperti awal dari sebuah penantian panjang. Selamat jalan, semoga kau bahagia bersamanya.

Dariku, seseorang yang kau buat menunggu dengan harapan semu.

Terima kasih untuk semua. Wasalam…

 

 

 

By. Johan

Buat Manisku

Buat Manisku

 

Di tengah kerumanan orang di pesta yang begitu ramai. Beribu pasang mata menatapku sedih dibawah pohon tempatku berdiam diri. Kau datang mengahampiriku sambil bertanya, sedang apa kau disini? Siapa yang kamu tunggu? Namun aku hanya tersenyum kebingungan dengan pertanyaan yang begitu berat untuk ku jawab. Pertanyaan itu baru bisa ku jawab dengan surat ini bahwa malam itu aku kelelahan mencari bayangan yang pernah bersamaku. Lalu pertanyaanmu itu ku lontarkan balik padamu. Jawabmu sedang menunggu kekasihmu. Malam itu ingin ku tunjukan rasa kecewa ku, namun aku tak mampu membuat malam yang telah kau rencanakan menjadi berantakan.

Malam itu aku sangat berharap bisa berduaan denganmu walaupun telah lima tahun perpisahan yang kau buat untuk hubungan kita. Malam itu ingin sekali ku tunjukan tempat yang biasa kita datangi ketika rindu mengganggu kenyamanan hati kita. Namun itu hanyalah sebuah harapan yang tak mungkin bisa terwujud. Kau telah banyak membuat perbedaan sedang aku masih terkurung pada kubangan rindu yang sampai sekarang masih ku jaga keutuhannya. Mungkin aku lelaki bodoh masih memelihara cinta yang telah lama pergi. Andai kau mengerti, andai kau tau.

Mungkin cukup banyak derita yang kau dapat saat bersamaku. Mungkin juga tak pernah ada bahagia dariku yang kau rasakan. Mungkin itu alasan yang tak pernah kau ungkapkan.

Tapi maaf malam itu aku hanya menunjukan sebuah kalung hati yang terbagi dua yang sedang ku pakai. Karena kalung yang selama ini melekat dileherku semenjak kau pergi adalah kalung bertuliskan namamu, pemberian darimu dengan ikatan janji yang seakan dunia milik berdua. Maaf juga bila kalung yang ku tunjukan membebani harimu. Ingin ku tanyakan pasangan pecahan kalung hati ini, apa masih tersimpan atau telah berkarat dipembuangan, namun itu tak penting bagimu.

Aku hanya bisa berharap kau bahagia seutuhnya. Aku juga berharap selama lima tahun ini bisa mendapatkan cinta sepertimu meski itu mustahil. Kau pergi tanpa alasan, tanpa pamit pula. Itu yang membuatku bingung. Namun aku tetap menunggu bersama kesetiaan yang pernah kau hargai. Maaf bila surat ini membuatmu jadi serba salah. Itu bukan tujuanku. Yang perlu kau tau malam itu aku cukup senang bisa melihatmu setelah lima tahun yang menyiksa.

Terimakasih manisku yang telah pergi. Jagalah kebahagian lelaki yang kini jadi kekasimu.

 

Salam…..

RINDU TAK BERTUAN

mutiara_hati

 

RINDU TAK BERTUAN

Wangi2, 25 Maret 2017

 

Terbangun dari rasa yang makin gelisah

Ingatan tersita pada rindu yang tak bertuan

Terkurung pada ruang tak bercahaya

Mencari jalan menuju muara rindu itu

Tak mengapa..

Meski jalannya penuh duri

Tak mengapa..

Walau jalannya terjal bebatuan

Tak mengapa..

Walau banyak rintang yang harus ku lalui

Tak mengapa..

Asal rindu menemukan titik muaranya

 

Langkah kian menyesatkan

Meski kadang rehat sejenak tuk bertanya

Dimana pemilik rindu yang kini menghilang

Tak satupun jawab mereka sebagai cahaya

Arah langkah yang pasti

Lalu, harus kemana ku mengadu

Agar rindu memiliki pangkuan tuk bersandar

Hanya pemilik rindu yang mampu

 

Kau yang kini menghilang

 

By. Johan