ENYALAH DALAM HIDUPKU

4-sikap-dalam-pertengkaran

ENYALAH DALAM HIDUPKU

Wangi2, 13 Desember 2016

 

Begitu banyak hal membuatku kesepian

Menangisi setiap derita sendirian

Menyelami waktu seakan tak ada harapan

Seperti mati dalam pengahakiman

 

Satu hal penting menjadikanku tak tenang

Tentangmu yang selalu datang dan pergi

Menitipkan hati dengan kehampaan

Lalu pergi meninggalkan hati untuk dicaci

Selalu begitu setiap kau mau

 

Enyalah dari pandanganku

Selamanya dalam hidupku

Bila kau tak mampu mencintaiku

Karena aku sangat menyukaimu

 

Tak mungkin ku menahan langkahmu

Walaupun setiap waktu ku merindukanmu

Dan tak mungkin ku memanggilmu kembali

Walaupun aku sangat mengaharapkanmu disini

 

Kau seperti mimpiku dimusim panas

Lalu menghilang disaat ku terbangun

Semua kisahku begitu menyiksa

Bersembunyi dibalik senyumpun tak merubah segalanya

 

Banyak hal yang telah ku berikan padamu

Meski kadang nyawaku penggantinya

Kau hanya memberikan sepotong senyum polosmu

Meski kau tau bukan senyummu yang ku harapkan

 

Maka sekali ku tegaskan

Enyalah selamanya dalam hidupku

Bila kau tak mampu mencintaiku

Karena aku sangat menyukaimu

 

By: Johan

BUNGA ITU

img_660_442_inovatif-t_1465100540awar

BUNGA ITU

Wangi2, 1 Desember 2016

 

Lihatlah bunga menawan itu

Mekar merona penuh keindahan

Sarinya bermadu beracun

Membuat kumbang kecandu

 

Diatas rumput alang-alang menjalar

Bunga itu berdiri tegar

Daunnya berayun tertiup angin

Seketika sarinya terbawa angin bertebaran

 

Pernah ku genggam satu bunga

Ku rawat dengan kasih sayang

Memupuknya dengan penuh cinta

Hingga tiap mata tersanjung memandang

 

Setelah lama ku genggam

Dan bunga itu tak pernah layu

Durinya tumbuh begitu tajam

Dan tanganku tak bisa lagi menggenggamnya

 

Bunga itu indah pada masanya

Begitu sebaliknya ketika ia pergi

 

By: Johan

 

TAK MAMPU KU LALUI

 

TAK MAMPU KU LALUI

Wangi2, 24 Oktober 2016

 

Kerap kali langkah ku terselip kisah lalu

Selalu saja senyum dirimu menyapa

Dan terasa sangat sulit bagiku untuk melewatkan waktu

Walaupun kini aku telah bahagia bersamanya

Kakiku bahkan tak sanggup untuk melangkah

Membalikan waktu untuk memeluk cinta yang pernah kau beri untukku

 

Waktu yang damai terasa kembali

Dan sapaan angin yang lembut menyentuhku

Merebahkan tubuh menatap bintang dalam kesendirian

Ku lihat wajahmu tersenyum padaku di antara bintang-bintang itu

Dan melambaikan tangan bersama cahaya bintang itu pula

Seperti awal kita memulai cerita dahulu

Sesak kurasa kenangan yang tak mampu ku jadikan sebatas kenangan saja

Yang ku tau kau abadi didalam hatiku

 

Masih ku ingat waktu lalu ketika kita sama-sama malu

Mengakui rasa cinta yang ada

Seperti takut salah meski saling mencintai

Namun semua kini hanyalah sebatas kenangan saja

Dan kini ku tak mampu untuk melalui kisah itu

 

By: Johan

BUKANKAH AKU SEPERTI MEREKA

screams_1965_slap

 

BUKANKAH AKU SEPERTI MEREKA

Wangi2, 9 Agustus 2016

 

Duri terselip di tiap langkahku

Perih tersembunyi di tiap senyumku

Seperti binatang kehilangan induknya

Bertahan dalam getir perihnya ombak dunia

 

Ketika ku menatap jauh dalam keheningan

Jemarinya menggelitik di tubuhku yang bening

Mungkinkah itu nyata?

Ataukah hanya khayalan semu mengisi keheningan?

Sebab aku hanya melihatnya pada mereka

Karena ku sadari sesuatu

Tak pernah ku tahu rasanya di kecup olehmu

 

Masih tersimpan memori seumur jagung

Ketika terpaan angin memerah seperti sebuah kepalan tangan

Saat meminta seuatu yang sama seperti mereka

Bahkan hanya secuil agar sama seperti mereka

Entah apa yang salah padaku?

 

Mereka selalu di kecup

Mereka selalu di belai dengan kehangatan

Mereka selalu di peluk

Mereka pula tak pernah mendapatkan kata TIDAK darimu

Tapi mereka tak pernah membuatmu bangga

Mereka tak pernah mendamaikanmu

Mereka juga yang selalu membuatmu marah

Aku, aku yang selalu membuatmu bangga

Aku yang memberimu kado air mata bahagia dihadapan mereka

Bahkan aku juga yang memberimu rasa yang indah

Hingga mereka yang melihat memujimu

Tapi mengapa aku yang harus di caci?

Mengapa aku yang harus dibenci?

Mengapa aku yang harus disakiti?

Bukankah aku sama seperti mereka?

 

Taukah kamu bahwa aku ingin juga di kecup

Aku ingin juga dibelai manja

Aku ingin juga di peluk seperti mereka

Tapi aku bahkan tak tau rasanya di kecup

Aku tak tau rasanya dibelai

Aku tak tau rasanya di peluk

Bolehkah aku jujur padamu

Aku juga ingin seperti mereka

 

Dari sudut-sudut kehidupan ku menangis

Ingin berteriak penuh amarah

Tapi tangis mulai membawa ku pada kedamaian

Dan terbiasa pada hidup yang terabaikan

Kadang ingin ku bertanya

Apakah aku sama seperti mereka?

 

By: Johan

AKU PENULIS

handwriting560

AKU PENULIS

Wangi2, 13 Januari 2017

 

Aku seorang penulis sajak tak beraturan

Dari ketidak sengajaan kisah berantakan

Yang pernah jadi pecinta menawan

Sejatinya pecinta yang terabaikan

Walau kesetiaan penuh kejutan

 

Mengibas kisah lalu yang masih tersimpan

Aku lelaki penuh cinta yang terpendam

Dahulu mencintai gadis sederhana nan menawan

Berdua bersumpah selamanya selalu bersama

Hingga hidupku kupasrahkan pada satu kata cinta

Sebab kata manisnya sangat menggugah jiwa

Namun jalannya selalu menjauhi jalanku

Tepatnya, meninggalkanku demi janji sempurna

Selebihnya hanya menitip seonggok kata yang menyesakan

Seperti pembohong profesional sebagai profesinya

Selalu saja begitu dengan kisah dan cinta yang berbeda

 

Lalu kini ku kuliti kisah mendatang

Sebagi penulis sajak berantakan

Sebagai pecinta tanpa komitmen

Mencari tempat berteduh sepanjalang jalan

Sebagai penulis sajak berantakan

Menebarkan wewangian menyengat

Menyatu bersama rasa suka dukanya cinta

Sebagai penulis sajak berantakan

Hingga pada akhirnya ku temukan tempat kediaman

Dengan cinta kasih yang tulus dan suci

Jika ia ada, akan selalu ku hangatkan

Sehingga cinta itu tak pernah basi

Semoga saja, Ia ada…

Lalu perantuan sajak berantakanku

Berakhir dengan sajak terindah

Semoga saja…

 

By: Johan

AKU PENULIS

AKU PENULIS

Wangi2, 13 Januari 2017

Aku seorang penulis sajak tak beraturan

Dari ketidak sengajaan kisah berantakan

Yang pernah jadi pecinta menawan

Sejatinya pecinta yang terabaikan

Walau kesetiaan penuh kejutan

Mengibas kisah lalu yang masih tersimpan

Aku lelaki penuh cinta yang terpendam

Dahulu mencintai gadis sederhana nan menawan

Berdua bersumpah selamanya selalu bersama

Hingga hidupku kupasrahkan pada satu kata cinta

Sebab kata manisnya sangat menggugah jiwa

Namun jalannya selalu menjauhi jalanku

Tepatnya, meninggalkanku demi janji sempurna

Selebihnya hanya menitip seonggok kata yang menyesakan

Seperti pembohong profesional sebagai profesinya

Selalu saja begitu dengan kisah dan cinta yang berbeda

Lalu kini ku kuliti kisah mendatang

Sebagi penulis sajak berantakan

Sebagai pecinta tanpa komitmen

Mencari tempat berteduh sepanjalang jalan

Sebagai penulis sajak berantakan

Menebarkan wewangian menyengat

Menyatu bersama rasa suka dukanya cinta

Sebagai penulis sajak berantakan

Hingga pada akhirnya ku temukan tempat kediaman

Dengan cinta kasih yang tulus dan suci

Jika ia ada, akan selalu ku hangatkan

Sehingga cinta itu tak pernah basi

Semoga saja, Ia ada…

Lalu perantuan sajak berantakanku

Berakhir dengan sajak terindah

Semoga saja…

By: Johan

AKU BUKAN UNTUKMU

suami-selingkuh

AKU BUKAN UNTUKMU

Wangi, 21 Desember 2016

Cukup sudah rasa sakit darimu

Tak perlu meminta maaf dengan satu janji

Telah banyak janji yang di ingkari

Tak mungkin juga ku jalani cinta dustamu

Kini hatiku bagai terpenjara

Dalam lingkran jeruji berduri

Dari cinta penuh derita

Cintamu yang membuatku tersakiti

Tak perlu memohon tuk kembali

Karena cintamu bukan disini lagi

Dan cintaku bukan untukmu lagi

Tak ada artinya lagi kau disini

Anggap aku tak pernah ada

Cerita indah dahulu kau telah sirnakan

Bahagia itu pula tak perlu di damba lagi

Karena aku bukan untukmu

By: Johan